Agen Poker - Gingseng, Kolesom dan Politisi Dari Korea
Siapa tak kenal gingseng? Tanaman khas Korea ini dipercaya memiliki
banyak kegunaan, bahkan bangsa Korea menyebutnya sebagai 'obat segala
bisa'. Banyak keunggulan dilekatkan pada rimpang tumbuhan istimewa
tersebut: menghilangkan segala penyakit, membantu membangun sistem
kekebalan hingga menjaga daya vitalitas untuk modal dasar
menjalani hidup sebagai pekerja keras. Karena harga gingseng yang mahal,
mereka hanya mengonsumsinya lima tahun sekali. Saking manjurnya
gingseng, itu pun sudah dianggap cukup.
Tak
semua lahan bisa dijadikan untuk budidaya gingseng. Harus berupa
dataran tinggi. Tak cukup hanya lahan subur, perlu diperiksa lagi secara
cermat lahan itu harus memiliki kandungan unsur-unsur mineral tanah
yang sangat kaya. Harus menunggu waktu enam tahun untuk memanennya, tak
kurang dan lebih. Kurang dari itu akan mendapatkan gingseng kurang
matang yang tidak memiliki kualitas sempurna, namun lebih dari itu juga
hanya akan menemukan gingseng yang telah kehilangan sari-sari
kegunaannya. Setelah dipanen pun gingseng masih harus dikeringkan selama
setahun berikutnya.
Setelah itu lokasi lahan yang sama tidak lagi bisa digunakan menanam gingseng selama 15 tahun. Mineral-mineral tanah itu sudah habis diserap oleh gingseng dalam sekali tanam. Butuh waktu 15 tahun untuk lahannya istirahat agar mineral tanah kembali seperti semula dan bisa kembali digunakan untuk menanam gingseng kualitas unggul. Karena itulah tak heran jika gingseng unggul kualitas tinggi tersebut dipasarkan dengan sangat mahal.
Selama ini kita merasa telah mengonsumsi gingseng Korea yang ditawarkan secara dramatis dan berlebihan di toko-toko obat. Namun itu bukan yang berkualitas tinggi, karena gingseng kualitas unggul tidak pernah diekspor kemanapun oleh Pemerintah Korea. Yang ditawarkan dengan penuh kegaduhan oleh para penjualnya itu adalah kolesom, gingseng yang dipanen pada umur empat tahun karena dinilai kurang bagus jika diteruskan hingga matang di umur enam tahun. Kolesom ini lalu dipanen dan dikeringkan selama setahun lalu diekspor. Jadi, gingseng yang sering kita konsumsi itu hanya kolesom kemasan lima tahunan. Kegunaannya, kata orang Korea, hanya cukup untuk menghangatkan badan saja.
Mungkin para ahli pertanian kita bisa meriset lahan di negeri kita yang cocok untuk menanam gingseng. Tak apa meski tanahnya menjadi gersang 15 tahun berikutnya, namun sepertinya kita butuh membudidayakannya untuk disuguhkan sebagai 'welcome drink' bagi para pemimpin negeri dan para wakil rakyat kita setidaknya lima tahun sekali setelah dilantik. Harapannya, hingga lima tahun ke depan akan hilang segala penyakit hati, kebal dari segala godaan dan mampu menjaga daya vitalitas sebagai modal bekerja keras memperjuangkan aspirasi rakyat. Harus menanam sendiri agar kita yakin kualitasnya, agar tak lagi keliru memilih kemasan kolesom lima tahunan yang hanya bikin panas dan mencipta kegaduhan melebihi tukang jualan obat.
Posted by

Tidak ada komentar:
Posting Komentar